Patterns of Hadith Interpretation in Sufism and Islamic Jurisprudence Literature
a Study on the Value of Religious Moderation
Abstract
This study examines the interpretative patterns of hadith within Sufi and juristic (fiqh) literature in relation to the values of religious moderation. The diversity of approaches in understanding hadith reflects different epistemological orientations which, if not integrated, may lead to partial interpretations. This research aims to analyze how hadiths are interpreted within Sufi and fiqh traditions and how these interpretations contribute to the construction of moderation values in Islam. This study is a qualitative library research employing a hermeneutical approach, particularly the double movement theory of Fazlur Rahman, to connect textual meaning with contemporary context. The data are derived from classical and contemporary Sufi and fiqh literature, focusing on the use and interpretation of hadith within these works. The findings show that differences in hadith interpretation between Sufi and fiqh traditions are not rooted in the substance of the teachings but in their methodological orientations. Sufi literature tends to interpret hadith in an ethical, symbolic, and reflective manner emphasizing inner transformation, while fiqh literature approaches hadith in a normative, systematic, and applicative framework focusing on legal and social order. However, these differences are not contradictory but complementary in representing the concept of religious moderation. This study further finds that moderation in hadith is a multidimensional construct formed through the integration of internal spiritual values and external normative principles. Therefore, an integrative approach that combines Sufi and fiqh perspectives is essential to achieve a comprehensive understanding of religious moderation in contemporary Islamic thought.
Abstrak
Penelitian ini mengkaji pola interpretasi hadis dalam literatur tasawuf dan fikih dalam kaitannya dengan nilai-nilai moderasi beragama. Keberagaman pendekatan dalam memahami hadis mencerminkan perbedaan orientasi epistemologis yang, jika tidak diintegrasikan, dapat menghasilkan pemahaman yang parsial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana hadis diinterpretasikan dalam tradisi tasawuf dan fikih serta bagaimana interpretasi tersebut berkontribusi terhadap konstruksi nilai moderasi dalam Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan menggunakan pendekatan hermeneutika, khususnya teori double movement dari Fazlur Rahman, untuk menghubungkan makna tekstual dengan konteks kontemporer. Data diperoleh dari literatur tasawuf dan fikih klasik maupun kontemporer dengan fokus pada penggunaan dan interpretasi hadis dalam karya-karya tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan interpretasi hadis antara tradisi tasawuf dan fikih tidak terletak pada substansi ajarannya, melainkan pada orientasi metodologisnya. Literatur tasawuf cenderung menafsirkan hadis secara etis, simbolik, dan reflektif dengan menekankan transformasi batin, sementara literatur fikih memandang hadis secara normatif, sistematis, dan aplikatif dengan fokus pada aspek hukum dan keteraturan sosial. Perbedaan tersebut bukan bersifat kontradiktif, melainkan saling melengkapi dalam merepresentasikan konsep moderasi beragama. Penelitian ini juga menemukan bahwa moderasi dalam hadis merupakan konstruksi multidimensional yang terbentuk melalui integrasi antara nilai spiritual internal dan prinsip normatif eksternal. Oleh karena itu, pendekatan integratif yang menggabungkan perspektif tasawuf dan fikih menjadi penting untuk menghasilkan pemahaman moderasi beragama yang komprehensif dalam pemikiran Islam kontemporer.
References
Al-Ghazali, Abu Hamid. (1988). Ihya’ ‘ulum al-din. Tughra Books.
Al-Qaradawi, Yusuf. (2000). Al-wasatiyyah fi al-Islam. The Islamic Foundation.
Al-Qushayri, Abu al-Qasim. (1996). Al-risalah al-qushayriyyah. Dar al-Kutub.
Al-Shafi‘i, Muhammad ibn Idris. (1992). Al-umm. Al-Azhar Press.
Al-Shafi‘i, Muhammad ibn Idris. (2005). Al-risalah. Dar al-Turath.
Asy’ari, Hasyim. (2023). Transformasi pemikiran Islam kontemporer. Jurnal Studi Islam, 15(1).
Auda, Jasser. (2008). Maqasid al-shariah as philosophy of Islamic law: A systems approach. IIIT.
Fauzi, Ahmad. (2021). Metodologi pemahaman hadis kontekstual di era modern. Jurnal Ushuluddin, 28(1).
Fitri, Muhammad, & Nurhadi. (2025). Moderasi beragama dalam tafsir sufistik. Jurnal Studi Islam.
Harahap, Alwi Padly, et al. (2024). Transformasi pemahaman hadis di era kontemporer. Jurnal Living Hadis, 9(1).
Hidayat, M. Arif. (2021). Pendekatan kualitatif dalam studi Islam kontemporer. Jurnal Studi Agama, 9(1).
Ibn Rushd. (1994). Bidayat al-mujtahid wa nihayat al-muqtasid. Dar al-Fikr.
Iqbal, Muhammad. (2020). Neo-modernisme Islam dan relevansinya di era digital. Al-Jami‘ah, 58(2).
Jahar, Asep Saepudin. (2023). Pendekatan interdisipliner dalam studi Islam kontemporer. Studia Islamika, 30(1).
Kholis, Nur. (2022). Maqashid al-shariah dan relevansinya di era modern. Jurnal Hukum Islam, 21(2).
Mubit, Rizal. (2021). Integrasi tasawuf dan syariah dalam perspektif kontemporer. Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam, 9(1).
Nurjanah, Siti. (2020). Peran hadis dalam pembentukan karakter sosial Muslim kontemporer. Jurnal Living Hadis, 5(2).
Rahman, Fazlur. (1982). Islam and modernity: Transformation of an Islamic tradition. University of Chicago Press.
Ramadhan, Fajar. (2022). Islam progresif dan tantangan globalisasi. Jurnal Pemikiran Islam, 12(2).
Ridwan, Ahmad Hasan. (2021). Reaktualisasi sunnah dalam pemikiran Yusuf al-Qaradawi. Jurnal Studi Hadis, 7(1).
Rofiq, Ahmad. (2022). Otoritas kitab klasik dalam studi hadis dan fikih kontemporer. Jurnal Ilmu Hadis, 5(2).
Sa’adah, Lilis. (2023). Moderasi Islam dalam perspektif kontemporer. Jurnal Pemikiran Islam, 13(1).
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
Syukri, Ahmad. (2020). Reinterpretasi fikih klasik dalam konteks modern. Jurnal Fikih, 6(2).
Tanzilulloh, M. Ilham, & Saleh, Abdul Mun’im. (2022). Religious moderation in Islamic jurisprudence. Journal of Islamic Studies, 10(2).
Wahyudi, Dedi. (2023). Kontestasi otoritas hadis di era digital. Jurnal Komunikasi Islam, 10(1).
Zuhri, Saifuddin. (2022). Kritik hadis dalam pemikiran modernis: Studi atas Parwez. Jurnal Ilmu Hadis, 3(2).


